Selasa, 22 April 2008

Tragedi Ujian Nasional

Hari pertama Ujian Nasional telah dilalui, tentu saja banyak hal yang bisa disikapi dari pelaksanaan Ujian hari ini. Dari 2 mata pelajaran yang telah dilalui oleh siswa ternyata, matematika tetap menjadi momok yang paling menakutkan. Berikut adalah SMS yang saya terima dari salah satu siswa yang mengikuti Ujian Nasional. "Ka, tadi aku cuma bisa ngerjain 22 soal, aku bingung. Ka gimana harus bagi waktunya 3 menit untuk 1 soal ? Ngitungnya aja aku habis 3-4 menit, ngebetulinnya sekitar 2 menit. Gimana dengan fisika dan kimia nanti ? Tadi pulang sekolah teman-temanku pada nangis

mereka cuma bisa ngerjain 10-17 soal

Mungkin bukan hanya satu atau dua siswa saja yang merasakan hal demikian, kebanyakan para peserta Ujian Nasional pastinya merasakan perasaan yang semakin tidak menentu. Bagaimana tidak mereka dihadang oleh 6 mata pelajaran yang beberapa( 3 untuk anak IPA dan 2 untuk anak IPS ) diantaranya adalah mata pelajaran yang melibatkan " perhitungan Matematika ". Satu mata pelajaran saja terasa sulit apalagi kalau harus berhadapan dengan mata pelajaran yang lain, ditambah lagi dengan standar kelulusan yang bikin was-was. So apa yang bisa dilakukan oleh siswa untuk mengatasi permasalahan tersebut ?

Berat rasanya memang menanggung beban pada saat - saat seperti ini, " Bekerja sama " dalam Ujian atau " Trik lain " mungkin menjadi pilihan buat bagi sebagian siswa akan tetapi buat para siswa yang tetap semangat agar bisa lulus dengan " Usahanya sendiri " tidak ada yang bisa dilakukan selain bekerja keras selama 2 malam terakhir ini.

Dilema memang meilhat pelaksanaan Ujian Nasional, di satu sisi pemerintah ingin menaikkan standar kelulusan siswa di sisi lain dengan keadaan seperti itu justru para siswa yang merasa " terbebani " dengan keadaan seperti itu. Melihat hal tersebut sudah sepatutnya pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan yang diterapkan pada Ujian Nasional di tahun yang akan datang, bukan ditiadakan akan tetapi pelaksanaan Ujian Nasional harus bisa membuat siswa merasa tertantang untuk mengikutinya dan bukan merasa " Ketakutan " seperti sekarang ini.

The last, buat para siswa yang masih mengikuti Ujian Nasional dengan " Usahanya Sendiri " ( khususnya untuk yang di Tambun sana )semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan buat kalian dalam mengerjakan soal.

Amiiin....

"

3 komentar:

boncuman mengatakan...

wow...
sy jg turut prihatin...
krena matematika adalah pelajaran favorit sy...
padahal matematika itu pelajaran paling mudah...
karena 1 + 1 = 2 (jawabanya sudah pasti gak berubah2/banyak jwaban)...

Anonim mengatakan...

jangan konyol loe


keparat !

Lunkz mengatakan...

Alhamdulillah, dimasa sy semua mengerjakan dengan mulus...

Sy sendiri bukan penyuka matematika, namun di PT, sy merasakan bahwa itu banyak manfaatnya (terutama Fak.Teknik)

UN 2008 menurut sy mudah, hehe :p

@atas
Kenapa mas, gk lulus UN yah?

Pengikut