Senin, 28 April 2008

Matematika dan Adsense

Kalau anda belum mengenal makhluk sejenis apakah adsense itu, baiknya anda menyambangi blog master adsense yang udah tebar ilmunya didunia maya di sini. Sebagai pengantar saja, adsense itu adalah sebuah program kerjasama google dengan para pemilik blog atau website untuk menampilkan unit iklan dari google di blog atau website mereka. Darimana google mendapatkan iklannya dan apa hubungannya adsense dengan matematika ? Begini ceritanya ….
Setelah Google berhasil mengantarkan dua pendirinya dan beberapa perintisnya menjadi orang sukses di dunia, saya semakin yakin peran penting matematika. Google dirintis oleh dua pemuda pecinta matematika. Larry Page dan Sergey Brin adalah 2 pemuda yang sejak kecilnya telah bersentuhan terus dengan matematika. Nama Google juga diambil dari istilah matematika googlo yang berarti bilangan sangat besar. Bilangan 1 yang diikuti oleh angka 0 sebanyak seratus di belakangnya.
Matematika sangat kita perlukan bila kita hendak hidup produktif. Google telah membuktikan itu. Perhitungan matematis Google terlihat sampai kepada cara mereka melakukan bisnis.
Google tidak hanya berhasil secara keuangan. Google meraih sukses karena memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Informasi apa pun yang Anda butuhkan dapat Anda cari melalui Google. Misalnya, Anda membutuhkan informasi tentang ”permainan aljabar”. Anda tinggal mengetikkan kata ”permainan aljabar” ke Google dan giliran Google yang akan memberikan informasi lengkap tentang ”permainan aljabar”. Anda juga dapat mengetikkan kata ”rahasia sukses dan bahagia”. Google akan memberikan informasi lengkap ke komputer Anda tentang ”rahasia sukses dan bahagia”.
Berapa Anda harus bayar kepada Google?
Jelas, kita telah memakai jasa dari Google. Kita telah memakai Google sebagai mesin pencari informasi penting kita. Google memberikan informasi yang akurat. Bahkan telah tersusun urut berdasar nilai prioritas, relevansi, dan singnifikansinya.
Jadi, berapa kita harus membayar Google atas jasanya yang kita pakai?
Nol rupiah. Nol dolar. Atau gratis.
Lalu, apa yang diperoleh Google dari tindakannya itu?
Tentu Page dan Brin tahu persis bahwa 0 + 0 + 0 + ….= 0. Ini adalah persamaan matematika sederhana. Seberapa banyaknya bilangan 0, bila kita jumlahkan tetap hasilnya 0. Atau 0 kita kalikan dengan bilangan berapa pun tetap hasilnya 0. Jika bilangan 0 kita kalikan dengan bilangan yang sangat besar sekali, misalnya 0 x 1 trilyun, maka hasilnya tetap sama dengan 0.
Tetapi dengan teorema limit akan sedikit berbeda. Page dan Brin paham betul dengan teorema limit.
Limit perkalian 0 dengan bilangan besar sekali tidak selalu menghasilkan 0. Dalam limit, mendekati 0 tidak berarti benar-benar 0. Bilangan yang besar sekali juga bukan berarti bilangan yang tak dapat diukur karena sangat besarnya. Dalam limit kita biasa menyebut mendekati 0 (atau 0 saja) untuk menyatakan bilangan yang sangat kecil. Sedangkan bilangan yang sangat besar sering kita sebut sebagai tak hingga.
Baik, berapakah hasil perkalian dari 0 x tak hingga?
Berapakah hasil kali dari bilangan yang sangat kecil x bilangan yang sangat besar?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita benar-benar harus meminjam teorema limit. Dengan sedikit (atau banyak) merenungi teorema limit kita akan memperoleh 3 macam jawaban.
Jawaban pertama:
0 x tak hingga = 0.
Ini terjadi bila limit menuju 0 bergerak lebih cepat dari pergerakan membesarnya bilangan tak hingga. Google tidak akan mengambil model ini. Karena Google tidak akan menghasilkan uang dengan model ini.
Jawaban kedua
:
0 x tak hingga = tak hingga.
Ini terjadi bila nilai limit menuju tak hingga bergerak lebih cepat dari mengecilnya nilai menuju 0. Google dapat mengambil bentuk model kedua ini. Meski pun Google memberikan layanan gratis, tetapi ia tetap dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat besar – tak terhingga uang.
Jawaban ketiga :
0 x tak hingga = 5
Atau menghasilkan sebuah bilangan tertentu, semisal phi atau lainnya. Ini terjadi bila perbandingan pergerakan menuju 0 dengan pergerakan menuju tak hingga memberikan hasil bilangan tertentu. Google dapat juga mengambil model ketiga ini. Jika Google mengambil model ketiga ini, ia harus memastikan bahwa bilangan tertentu itu cukup besar. Sehingga cukup mengantarkan Google meraih sukses.
Jadi apa yang dilakukan Google kemudian?
Google tetap memberikan layanan gratis atau 0 rupiah. Tetapi dia sudah memiliki jaringan pengguna tak hingga ( atau banyak sekali).
Google menawarkan jasa bagi siapa saja yang memasang iklan di Google dengan biaya sangat murah – limit mendekati 0. Karena harganya murah tentu banyak pihak yang berminat. Harga iklan ini bisa saja hanya 10 sen dolar untuk sekali klik. Atau sekitar 1000 rupiah untuk sekali klik. Harga yang sangat kecil bagi sebuah perusahaan. Beriklan hanya dengan seribu rupiah?
Model limit yang kedua berhasil dalam contoh ini. Google mendapat 10 sen – bilangan yang sangat kecil. Dikalikan dengan pengguna Google lebih dari 600 juta – bilangan sangat besar – memberikan hasil yang sangat besar.
10 sen x 600 juta = 60 juta dolar.
Jika dalam sehari, hanya 1 persen saja yang meng-klik iklan di Google, maka Google mendapatkan
60 juta dolar x 1% = 600 ribu dolar (dalam 1 hari)
Atau dalam sebulan sekitar 20 juta dolar (200 milyar rupiah). Hasil yang sangat besar!!!
Dalam kenyataannya Google dapat menjaga harga iklan yang 10 sen itu tidak menjadi 0. Bahkan bila iklan itu sukses, harga iklan juga ikut naik. Sedangkan jumlah pengguna Google juga masih terus bertambah. Dengan model semacam ini Google semakin sukses saja.
Matematika banyak membantu bagi suksesnya Google.
Contoh sukses yang lain adalah peluncuran itunes dan ipod nano dari Apple Computer. Sukses yang luar biasa yang mengantarkan Steve Jobs dan Apple menjadi lebih disegani.
Toyota memiliki pendekatan matematis khusus untuk menetapkan harga. Pendekatan Toyota ini berhasil mengantarkan Toyota sebagai perusahaan terbaik dalam industri otomotif mobil internasional.
Matematika memegang peran penting bila kita hendak produktif. Tetapi bila seseorang hanya konsumtif, maka peran matematika dapat diperlemah.
Apakah kita ingin masyarakat kita hanya konsumtif?
Mari belajar matematika!
Tulisan aslinya dapat diklik di sini

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Yang terhormat penulis blog Matematika,
saya pengajar di sekolah PNF Pendidikan Nonformal, saya perlu sekali informasi lebih lanjut tentang adsense, mohon banget minta Nama dan no. Hp penulis blog ini, untuk minta tambahan informasi lebih lanjut.
terima kasih. ini email saya : edi.p_skbjaksel@yahoo.co.id
edi.p.skbjaksel@gmail.co.id

Matematika SMA mengatakan...

coba saja bapak ke www.cosaranda.com, info tentang adsensenya ok banget

Anonim mengatakan...

ralat
www.cosaraanda.com

Anonim mengatakan...

ralat lagi
www.cosaaranda.com

car insurance mengatakan...

Bagus sih, cuma krn sdh tua jadi agak capek bacanya ...
Tulis yang lebih ringan ... tentu sangat menarik

Xcellen mengatakan...

saya sudah lama memakai adsense tapi tidak pernah memikirkan ada perhitungan seperti ini, tapi menarik..

aryotejo mengatakan...

Wah banyak dapat adsense ini,boleh juga tipsnya dishare disini..3 comment bagus,bagus,bagus

apiqquantum mengatakan...

Tulisan yang bagus. Pengantarnya juga bagus. Salam...

Tere mengatakan...

salam kenal, nice blog, sob. Content blog kita saling melengkapi nih. Kunjungi blogku ya. Terima kasih.

Tere mengatakan...

Salam kenal, sob. Blog Anda sangat bagus. Boleh bertukar link? Link sobat segera saya pasang. Silahkan kunjungi http://rumus-soal.blogspot.com

Pengikut